analisis puisi secara Strukturalisme


BUNGA, 1
Oleh :
Sapardi Djoko Damono
(i)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padangwaktu hening pagi terbit;
siangnya cuaca berdenyut ketika nampak sekawanan gagak terbang berputar-putar di atas padang itu;
malam hari ia mendengar seru serigala.
Tapi katanya, “Takut?  Kata itu milik kalian saja, para manusia. Aku ini si bunga rumput, pilihan dewata!”
(ii)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia kembang di sela-sela geraham batu-batu gua pada suatu pagi, dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangkai dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan hutan terbakar dan setelah api ….
Teriaknya, “Itu semua pemandangan bagi kalian saja, para manusia!  Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!”

Puisi yang akan dikaji adalah puisi dari Sapardi Djoko Damono yang berjudul Bunga, ketika membaca puisi Bunga dari Sapardi Djoko Damono ini ada ketertarikan untuk dikaji lebih dalam. Sebelum mengkaji harus mengetahui terlebih dahulu apa itu pendekatan stuktural. Pendekatan struktural adalah suatu metode atau cara pencarian terhadap suatu fakta yang sasarannya tidak hanya ditujukan kepada salah satu unsur sebagai individu yang berdiri sendiri di luar kesatuannya, melainkan ditujukan pula kepada hubungan antar unsurnya. Struktural merupakan keseluruhan yang bulat, yaitu bagian-bagian yang membentuknya tidak dapat berdiri sendiri di luar struktural itu. Pendekatan struktural digunakan, untuk menghasilkan gambaran yang jelas terhadap diksi, citraan, bahasa kias, majas, sarana retorika, bait dan baris, nilai dan bunyi, persajakan, narasi, emosi, dan ide yang digunakan pengarang dalam menulis puisinya. Setelah mengetahui apa itu pendekatan struktural kemudian melihat pilihan kata atau bisa disebut diksi.
Diksi adalah pilihan kata. Kata yang dipilih penyair memiliki makna yang dipertimbangkan. Hingga kata tersebut, ketika diganti, akan merubah keseluruhan struktur puisi. Diksi dalam puisi Bunga disini adalah :
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padangwaktu hening pagi terbit;

Maksud dari penggalan puisi Bunga di atas yaitu aku digambarkan dengan bunga rumput kemudian ada kata ia rekah di tepi padangwaktu hening pagi terbit penggalan kata tersebut adalah ia disana adalah (seseorang yang ditunggu oleh si penyair), jadi penyair bisa memilih kata yang penuh dengan makna . Kemudian setelah menentukan diksi berpindah ke Perbendaharaan kata,
Dalam memilih kata-kata disamping penyair memilih berdasarkan makna yang akan disampaikan dan tingkat perasaan serta suasana bathinnya, juga dilatarbelakangi oleh faktor sosial budaya penyair. Perbedaan kedaerahan, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, dan sebagainya menghasilkan puisi yang berbeda pula. Perbendaharaan dalam puisi bunga yaitu ada perasaan suasana bathinya yang menggambarkan bahwa penyair sedang mencurahkan isi perasaan kepada seseorang namun hasilnya tidak sebagus yang difikrkan penggalannya sperti ini.

 dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm dan terdengar seperti ada embik terpatah dan
ia membayangkan hutan terbakar dan setelah api ….
Ketika aku bunga rumput memberikan harapan penuh namun hasilnya nihil ketika ada penggalan kata bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu. Bahwa disana menggambarkan aku tidak memberikan hasil yang maksimal.
Dalam puisi, urutan kata bersifat beku artinya urutan itu tidak dapat dipindah-pindahkan tempatnya. Meskipun tidak berubah oleh perpindahan tempat itu. Cara menyusun urutan kata-kata itu bersifat khas karena penyair yang satu berbeda caranya dari penyair yang lainnya. Urutan kata dalam puisi bunga Sapardi Djoko Damono sangat memberikan unsur estetikanya dalam pemilihan katanya kata-katanya lebih bernafaskan unsur kehidupan alam salah satunya dengan memunculkan tokoh utama dalam puisi Bunga yaitu bunga rumput dan bunga rumput itu adalah aku atau si penyair. Satu hal yang terpenting dalam menulis puisi adalah adanya unsur  daya Sugesti kata-kata  dalam memilih kata-kata  penyair mempertimbangkan daya sugesti kata-kata itu.
Sugesti itu ditimbulkan oleh makna kata yang dipandang sangat tepat mewakili perasaan penyair. Karena ketepatan pilihan dan ketepatan penempatannya, maka kata-kata itu seolah memancarkan daya gaib yang mampu memberikan sugesti kepada pembaca untuk ikut sedih, terharu, bersemangat, marah, dan sebagainya. Unsur daya sugesti sangat berpengaruh kepada pembaca 80% berpengaruh pada pembaca bahwa pembaca juga dapat merasakan apa yang penyair rasakan. Perasaan yang ditumbulkan oleh si penyair adalah perasaan bersemangat contoh penggalannya.
Teriaknya, “Itu semua pemandangan bagi kalian saja, para manusia!  Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!”
menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangkai
Maksud dari penggalan puisi di atas adalah meskipun apa yang telah dilakukannya sia-sia namun aku tetap pada pendiriannya dengan kata aku ini si bunga rumput : pilihan dewata mau orang bilang apa yang penting tetap pada pindiriannya.

Kemudian pengimajian ada hubungan erat antara diksi, pengimajian, dan kata konkret. Diksi yang dipilih harus menghasilkan pengimajian dan karena itu, kata-kata menjadi lebih konkret seperti kita hayati melalui pengelihatan, pendengaran, atau citra rasa. Pengimajian dapat dibatasi dengan pengertian: kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti pengelihatan, pendengaran, dan perasaa. (Herman J. Waluyo). Setelah pengimajian ada kata konkret, kata konkret adalah kata yang mengarah pada arti yang menyeluruh agar pembaca dapat seolah-olah melihat, mendengar, atau merasa apa yang dilukiskan oleh penyair. Untuk membangkitkan imaji (daya bayang) pembaca, maka kata-kata harus diperkonkret. Maksudnya ialah bahwa kata-kata itu dapat menyaran kepada arti yang menyeluruh. Seperti halnya pengimajian, kata yang diperkonkret ini juga erat hubungannya dengan penggunaan kiasan dan lambang. Kata konkret ada hubungan erat dengan pengimajian penggalan puisi bunga yang mewakili kata konkret adalah
malam hari ia mendengar seru serigala.
Tapi katanya, “Takut?  Kata itu milik kalian saja, para manusia. Aku ini si bunga rumput, pilihan dewata!”
penggalan tersebut menggambarkan bahwa aku tidak pernah mengeluh sekalipun ada banyak orang yang mencercanya malam hari ia mendengar seru serigala seru serigala adalah sekelompok orang yang mencercanya
Bahasa figuratif merupakan bahasa yang bersusun-susun (makna) hingga puisi bersifat prismatis (memancarkan banyak makna/ kaya akan makna). Bahasa figuratif di bagi dua yaitu kiasan dan perlambangan. Kiasan mewakili apa yang secara tradisional disebut gaya bahasa secara keseluruhan. Tujuan penggunaan kiasan adalah untuk menciptakan efek lebih kaya, lebih efektif, dan lebih sugestif dalam bahasa puisi.
*             Metafora adalah kiasan langsung, artinya benda yang dikiaskan itu tidak disebutkan. Jadi ungkapan itu langsung berupa kiasan.
*             Perbandingan/simile adalah benda yan dikiaskan kedua-duanya ada bersama pengiasnya dan digunakan kata-kata seperti, laksana, bagaikan, bagai, dan sebagainya.
*             Personifikasi adalah keadaan atu peristiwa alam sering dikiaskan sebagai keadaan atau peristiwa yang dialami oleh manusia. Dalam hal ini benda mati digunakan dianggap sebagai manusia atau persona, atau di”personifikasi”kan. Hal itu digunakan untuk memperjelas penggambaran peristiwa dan keadaan itu.
*             Hiperbola adalah kiasan yang berlebih lebihan. Penyair merasa perlu melebih-lebihkan hal yang dibandingkan itu agar medapatkan perhatian yang sama
Kiasan yang terdapat pada puisi bunga adalah majas personifikasi salah satu penggalannya yang ada di bawah ini.  
siangnya cuaca berdenyut ketika nampak sekawanan gagak terbang berputar-putar di atas padang itu;
majas yang ada pada penggalan puisi di atas adalah menggunakan majas personifikasi, mengapa demikian karena peristiwa alam digambarkan seperti manusia, disana terdapat berdenyut kemudian sebelum kata tersebut ada siangnya cuaca bahwa arti sebenarnya itu adalah jantung karena jantung identik dengan berdenyut.
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Majas pada penggalan di atas adalah majas Metafora mengapa demikian? Karena Sapardi Djoko Damono mengiaskan dirinya sebagai bunga rumput.

Setelah kiasan ada perlambangan, Perlambangan digunakan penyair untuk memperjelas makna dan membuat nada dan suasana sajak menjadi lebih jelas, sehingga dapat mengugah hati pembaca. Jika dalam kiasan sesuatu hal dibandigkan atau dikiaskan dengan hal lain maka dalam perlambangan, sesuatu hal diganti atau dilambangkan dengan hal lain. Contoh: lambang yang terdapat dalam upacara perkawinan berupa janur kuning, pohon pisang, tebu, bunga kelapa dll. Semuanya itu mengandung lambang. Lambang yang digunakan pada puisi Sapardi Djoko Damono adalah
Bunga rumput menggambarkan dirinya kemudian seru serigala adalah
sekumpulan banyak orang.
Ada juga Versifikasi (Rima, Ritma, dan Metrum), Bunyi dalam puisi menghasilkan rima dan ritma.
     Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi untuk membentuk musikalitas atau orkestrasi. Dengan pengulangan bunyi itu, puisi menjadi merdu dibaca. Pemilihan bunyi-bunyi tersebut mendukung perasaan dan suasana puisi.
     Ritma sangat berhubungan dengan bunyi dan pengulangan bunyi, kata, frasa, dan kalimat. Ritma adalah irama berupa pemotongan baris-baris puisi secara berulang-ulang sehingga menimbulkan gelombang yang teratur sehingga membentuk keindahan dan penekanan yang mengikat imaji-imaji yang ditulis pengarang.
      Metrum yaitu berupa pengulangan tekanan kata yang tetap. Metrum sifatnya statis. Metrum dalam puisi Indonesia hanyalah bersifat teoritis, sebab tekanan kata bahasa Indonesia tidak dapat ditentukan dan tidak distingtif.
Dalam puisi Bunga Sapardi Djoko Damono tidak ada unsur rima tetapi hanya ada unsur ritma atau pengulangan kata
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padangwaktu hening pagi terbit;
siangnya cuaca berdenyut ketika nampak sekawanan gagak terbang berputar-putar di atas padang itu;
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia kembang di sela-sela geraham batu-batu gua pada suatu pagi, dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan hutan terbakar dan setelah api …
Tipografi yang dimunculkan pada puisi Bunga tidak terlalu rumit sepeti halnya puisi pada umumnya.
Tadi telah dijelaskan unsur metode puisi dalam puisi Bunga karya Sapardi Djoko Damono setelah metode puisi ada pula hakikat puisi yang mencakup tema, perasaan, nada dan suasana, dan amanat
Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Berupa kekuatan dari dorongan penyair untuk menyampaikan sesuatu dengan objek itu, menjadikan suatu tema. Misal penyair menginginkan hubungan dengan tuhan, maka akan ada dorongan untuk mengeksplor, mencari tuhan, membuat tema puisinya tema ketuhanan.Tema yang ada dalam puisi bunga adalah bertemakan tentang kehidupan si penyair tapi disana juga diselipi unsur romantisme memang kebanyakan puisi Sapardi Djoko Damono itu
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia kembang di sela-sela geraham batu-batu gua pada suatu pagi, dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan hutan terbakar dan setelah api ….

Terakhir adalah amanat, amanant yang disampaikan pada puisi bunga disini adalah janganlah mudah menyerah dalam menghadapi masalah oleh sebab itu penyair memberikan suatu gambaran bahwa aku adalah bunga rumput
*ini analisis menurut saya sendiri jikalau ada kesalahan mohon dimaklumi *

0 komentar:

Poskan Komentar